
FARMASI
Arab ataupun lebih khusus lagi dikenali sebagai saydanah merupakan
satu bentuk profesi yang mulanya agak asing dari dunia kedokteran. Pada abad
ke-9, dunia Arab dan Islam telah berhasil membangun jembatan ilmu yang
menghubungkan antara sumbangan Yunani dengan dunia farmasi moderen sekarang
ini. Malah tahap ilmu yang diperoleh daripada Yunani khususnya terus
ditingkatkan dan usaha ini diteruskan hingga ke abad ke-13 melalui berbagai
karya, terjemahan ataupun peningkatan ilmu pada zaman-zaman berikutnya. Untuk
pertama kalinya dalam sejarah, farmasi dipraktekkan secara terpisah dari
profesi medis yang lain. Puncak sumbangan dunia Arab-Islam dalam farmasi
dicapai dengan siapnya satu panduan praktikum farmasi pada tahun 1260.
Tulisan
berjudul Minhaj itu adalah hasil karya Abu’l-Muna al-Kohen al-Attar dari Mesir.
Al-Attar seorang ahli farmasi berpengalaman. Dalam Minhaj, al-Attar menuliskan
pengalaman hidupnya serta ilmu dalam seni apotek, atau seni meracik ubat.
Sebahagian besar buku itu menguraikan tentang etika farmasi, salah satu topik
penting dalam sejarah profesi kesehatan.

